
Dishubkominfo, Singaparna – Kini tengah hype tren sarapan sehat dengan kukusan yang banyak dipilih sebagai pilihan alternatif.
Seperti kukusan singkong, ubi, labu, jagung, kentang, kacang, telur, dan lain sebagainya.
Namun, apakah menu sarapan dengan kukusan ini merupakan pilihan yang benar-benar bikin kita sehat ?.
Dilansir pada kanal Instagram @siloamhospitals, secara singkatnya makanan real food kukusan memang mengandung karbohidrat komples yang bisa membuat tubuh kita menjadi lebih bertenaga.
Selain itu, makanan kukusan itu membuat kita menjadi kenyang lebih lama sehingga cocok untuk diet.
Baiknya lagi, kukusan tidak mengandung senyawa karsinogenik yang terdiri dari minyak, gula, tepung, hingga aditif tambahan lainnya.
Namun, kita tetap perlu memperhatikan beberapa hal ini agar sarapan dengan kukusan ini semakin terasa manfaatnya.
– Banyak kukusan yang dijual hanya dominan karbohidrat saja dan tidak dilengkapi dengan protein, serat, hingga vitamin seimbang,
– Kukusan yang tinggi karbohidrat tetap mampu membuat lonjakan gula darah naik, apalagi jika mengonsumsinya berlebihan,
– Hal itu dikarenakan karbohidrat akan tetap diolah tubuh menjadi gula sehingga perlu dibatasi,
Maka dari itu, lengkapi dengan telur, tempe, ayam, sayur-sayuran seperti wortel dan bayam.
– Untuk usia dewasa, jumlah aman untuk mengonsumsi kukusan per hari hanya 45-65% dari total kalori atau setara dengan 225-325 gram,
– Misalnya, jagung hanya 1-2 bonggol per hari, singkong hanya 3-4 potong, ubi ungu hanya 1/2 buah per hari, dan labu kuning 1-3 potong per harinya,
– Porsi sesuaikan dengan kebutuhan karbo harian agar tetap fit dan bertenaga.
Intinya, kita sangat boleh sarapan kukusan tapi harus didampingi dengan nutrisi makro lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh tiap harinya.
Semoga informasinya bermanfaat yaa !***
