WASPADA LOVE SCAMMING, DISHUBKOMINFO KABUPATEN TASIKMALAYA IMBAU WARGA LEBIH BERHATI-HATI DI MEDIA SOSIAL

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya, Roni Imroni

Dishubkominfo, Singaparna – Perkembangan teknologi digital membawa banyak kemudahan dalam berkomunikasi. Namun di sisi lain, ruang digital juga membuka peluang terjadinya berbagai bentuk kejahatan, salah satunya penipuan berkedok cinta atau love scamming.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya, Roni Imroni, mengingatkan masyarakat khususnya para pemudi, agar tidak mudah tergiur dengan rayuan manis dari orang yang baru dikenal di media sosial.

Menurutnya, kasus “cinta dunia maya” yang berujung pada penipuan mulai marak terjadi dan menyasar mereka yang belum sepenuhnya memahami pola kejahatan digital.

Pelaku biasanya menggunakan identitas palsu, lengkap dengan foto pria tampan, mapan, atau berseragam seperti polisi, tentara, hingga pilot untuk menarik korban.

Hubungan dibangun secara intens dengan memberikan perhatian berlebih agar korban merasa percaya. Setelah itu, pelaku mulai melontarkan janji-janji manis, seperti rencana pernikahan atau pengiriman hadiah dari luar negeri.

Pada tahap berikutnya, korban akan dihadapkan pada cerita darurat, mulai dari alasan sakit, masalah hukum, hingga paket yang tertahan di bea cukai, kemudian disertai permintaan sejumlah uang.

Untuk mencegah agar masyarakat tidak menjadi korban, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dishubkominfo, mengimbau warga agar selalu memverifikasi identitas orang yang dikenal di dunia maya dan tidak mudah percaya pada profil yang terlihat terlalu sempurna.

Warga juga diminta tidak membagikan data pribadi, seperti alamat, nomor identitas, maupun foto dan video bersifat pribadi.

Masyarakat diingatkan untuk tidak pernah mengirimkan uang kepada orang yang baru dikenal secara daring dengan alasan apa pun.

Kabid Roni juga mengajak warga untuk tidak ragu berdiskusi dengan keluarga atau orang terdekat apabila ada pihak asing yang mendekati secara intens di media sosial. Perspektif dari orang lain dinilai dapat membantu melihat situasi secara lebih jernih.

“Cinta memang indah, tetapi jangan sampai membutakan logika. Kami ingin warga Kabupaten Tasikmalaya semakin cerdas dalam berliterasi digital dan tidak kehilangan masa depan maupun materi hanya karena janji manis di layar ponsel,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang merasa menjadi korban atau menemukan indikasi penipuan, diimbau untuk segera melaporkan melalui kanal pengaduan resmi atau kepada pihak berwajib setempat.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *