
Dishubkominfo, Singaparna – Kesehatan tubuh sangat dipengaruhi oleh asupan makanan yang sering dikonsumsi.
Selain nilai gizi, tingkat keamanan cara mengolahnya pun tak luput dari perhatian.
Dilansir pada laman Kemenkes RI, Senin (23/02/2025), menyebutkan bahwa berbagai penelitian menunjukkan bahwa metode memasak yang tidak tepat bisa menghasilkan senyawa berbahaya dan meningkatkan risiko kanker.
Kita harus mengetahui bagaimana cara mengolah makanan agar bisa mencegah risiko penyakit kanker.
Berikut ini panduan cara mengolah makanan yang sehat dan aman, yaitu:
1. Hindari memasak dengan suhu tinggi dalam waktu lama
Memasak dengan suhu sangat tinggi dapat menghasilkan senyawa berbahaya seperti HCA (heterocyclic amines) dan PAH (polycyclic aromatic hydrocarbons).
Senyawa tersebut biasanya terbentuk pada daging merah, ayam, hingga ikan.
2. Pilih metode memasak yang lebih sehat
Metode memasak yang dianjurkan adalah dengan mengukus, merebus, menumis cepat dengan sedikit minyak, slow cooking suhu rendah,hingga memasakan dengan tekanan (pressure cooking).
Selain aman, metode memasak ini bisa bantu mempertahankan nutrisi yang terkandung didalamnya.
3. Gunakan minyak dengan bijak
Jangan menggunakan minyak yang sudah dipanaskan berulang kali karena dapat mengalami kerusakan kimia, menghasilkan radikal bebas, hingga senyawa toksik.
4. Cuci dan siapkan bahan makanan dengan benar
Cuci buah dan sayur di bawah air mengalir, kemudian rendam sebentar sebelum diolah.
Hal itu dikarenakan, kontaminasi pestisida, mikroba, atau kotoran pada bahan pangan dapat memicu gangguan kesehatan jangka panjang.
5. Batasi pengasapan dan pengawetan berlebihan
Makanan yang diasap dan diawetkan dengan nitrit itu diproses dengan tinggi, seperti sosis, kornet, dan daging olahan lainnya.
Jangan konsumsi daging olahan untuk konsumsi harian, tapi hanya sesekali.
6. Marinasi sebelum memasak daging
Tahukah kamu bahwa proses marinasi dapat membantu menurunkan pembentukan senyawa karsinogen saat daging dimasak pada suhu tinggi?
Ternyata, bumbu pada bahan marinasi mengandung antioksidan yang dapat memberi efek perlindungan.
Jadi, marinasilah daging yang belum dimasak selama 30 menit dengan bahan yang aman.
Seperti bawang putih, kunyit, jahe, lemon, cuka, dan lainnya.
7. Simpan makanan dengan tepat
Penyimpanan makanan yang tidak tepat akan meningkatkan pertumbuhan jamur penghasil aflatoksin atau zat yang berhubungan dengan risiko kanker hati.
Jangan menyimpan makanan terlalu lama pada suhu ruang.
8. Hindari wadah plastik yang tidak tahan panas
Memanaskan makanan bisa menggunakan wadah berbahan kaca, stainless steel, atau keramik tahan panas.
Wadah plastik yang tidak tahan panas dapat menyebabkan migrasi bahan kimia ke makanan.
Pastikan wadah yang digunakan itu memiliki label food grade dan microwave safe.
Semoga informasi ini bermanfaat ya.***
