KENALI ISTILAH FOMO VS JOMO AGAR KAMU SEMAKIN BIJAK MAIN SOSMED

Perbedaan istilah FOMO vs JOMO di era digital. (Source: Pexels Anna Shvets)

Dishubkominfo, Singaparna – Di era media sosial yang serba cepat, istilah FOMO dan JOMO semakin sering terdengar.

Keduanya sama-sama berkaitan dengan cara kita menyikapi berbagai tren yang semakin cepat dan kompleks.

Kalo kamu belum tau apa itu FOMO maupun JOMO, kita urai di bawah ini ya.

Isilah FOMO (Fear of Missing Out) hadir pertama kali pada tahun 2013 silam, artinya rasa takut ketinggalan tren atau informasi baru di media sosial.

Media sosial yang memiliki kompleksitas tinggi dengan percepatan informasi yang semakin real time, membuat orang-orang dengan tipe ini mudah cemas.

FOMO juga dapat dikaitkan dengan rasa kecanduan karena tidak bisa mudah lepas dari media sosial terutama HP.

Rasa cemas hingga stress akan muncul jika kecanduannya sudah berlebihan.

Sebaliknya, JOMO (Joy of Missing Out) berarti rasa kebahagiaan karena memilih untuk tidak ikut-ikutan atas tren apapun yang tengah viral.

Hidupnya tenang dan tentram, memilih sadar diri, dan menikmati momen tanpa tekanan sosial.

Orang-orang dengan tipe JOMO ini tipikal yang selalu menghargai momen dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik.

JOMO kebalikan dari FOMO, karena dapat mengatur batasan demi kesehatan mental.

Di tengah derasnya arus informasi digital, tetaplah bijak dalam menyikapi berbagai tren.

Tidak semua hal harus diikuti, pilihlah yang memang penting dan bermanfaat.

Kalau kamu tim FOMO atau JOMO nih?***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *