
Dishubkominfo, Singaparna – Kegiatan apel pagi, baik bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun anggota organisasi tertentu sudah menjadi rutinitas yang tidak asing lagi.
Apel pagi ini dilakukan sebelum memulai aktivitas pekerjaan di pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB.
Namun, apakah kamu tahu bagaimana ikhwalnya ?. Kita kupas di bawah ini:
Kata ‘Apel’ bukan berasal dari buah apple, melainkan berasal dari bahasa Belanda yaitu ‘appel’ yang berarti roll call atau pengumpulan pasukan untuk pengecekan jumlah personil.
Tradisi ini dimulai dari militer kolonial Belanda yang melakukan appel rutin setiap pagi sebagai bentuk pengecekan kedisiplinan prajurit.
Di Indonesia sendiri, istilah apel mulai dikenal luas sejak tahun 1940-1950 an saat sistem administrasi dan militernya masih mengadopsi struktur kolonial Belanda.
Tradisi ini terus berlanjut dan diperluas ke berbagai instansi sipil serta dunia pendidikan. Fungsinya sebagai perekat sosial bukan hanya sekedar absen dan mendengarkan arahan-arahan pimpinan saja.
Pimpinan yang jeli biasanya dapat membaca pola komunikasi verbal dari gestur setiap peserta apel yang hadir, seperti melihat mood dan energi tim hanya dari bahasa tubuhnya sebelum mereka bekerja.
Pola efektif yang dapat diterapkan agar apel pagi tidak garing dan membosankan yaitu dengan Formula 3P, diantaranya:
1. Progress (Apresiasi singkat dan membahas garis besar pencapaian hari sebelumnya),
2. Plan (Target terdekat dan siapa eksekutornya),
3. Problem (Hambatan dan solusi kilat).
Batasi durasi apel maksimal 10-15 menit saja, untuk menjaga efektivitas dan kualitas penyampaian pesannya.
Jika semua polanya diterapkan, maka apel pagi akan menjadi booster produktivitas bukan jadi beban administratif semata.*****
