
Dishubkominfo, Singaparna – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus meningkatkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan agar meningkatkan produktivitas masyarakat, memperluas kesempatan berusaha, dan mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal yang kompeten.
Salah satu prioritas utama dalam mewujudkannya adalah dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Kurniawan, Ak., CA, menyebutkan ada beberapa program strategis yang saat ini tengah dijalankan melalui Dinas Penanaman Modal, pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK), yang akan memperkuat sinergi antara pelayanan investasi, pemberdayaan UMKM, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta perlindungan pekerja.
Hal tersebut disampaikan Sekda Kurniawan saat apel pagi yang digelar di Lingkungan Sekretariat Daerah Kab. Tasikmalaya, Senin (10/8/2026).
Beberapa program strategis tersebut diantaranya:
1. Penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB)
Program ini berlaku bagi para pelaku usaha dan pekerja informal. Tujuannya, memberikan legalitas usaha sehingga masyarakat dapat memperoleh kemudahan dalam mengakses pembiayaan, pelatihan, bantuan pemerintah, hingga memperluas peluang pemasaran.
2. Program Pemagangan Nasional Batch I
Program Pemagangan Nasional ini berupaya untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui pembelajaran langsung di tempat kerja selama 6 bulan yang akan dibuka pada pertengahan bulan Agustus 2026.
Menariknya, program magang tersebut akan mendapatkan uang saku langsung setiap bulannya dan pendaftaran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan untuk setiap peserta yang mengikuti.
Khusus di Kabupaten Tasikmalaya, penyelenggara program pemagangan nasional ini ada 5 BLUD Puskesmas, yaitu Puskesmas Ciawi, Puskesmas Rajapolah, Puskesmas Sukahening, Puskesmas Cigalontang, dan Puskesmas Bojongasih.
Sekda Kurniawan juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan memberikan perhatian terhadap aspek legalitas pelaksanaan pemagangan, khususnya bagi peserta magang dari profesi tenaga kesehatan dan tenaga medis agar masyarakat memperoleh pengalaman kerja yang berkualitas dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
“Proses penerbitan Surat Izin Praktik (SIP) bagi peserta magang tenaga kerja kesehatan dan tenaga medis yang telah memenuhi ketentuan, akan difasilitasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.
3. Program Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemkab Tasikmalaya juga turut memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaaan melalui pendaftaran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Program ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial lainnya.
“Saya menghimbau seluruh perangkat daerah dapat mendukung program 1 ASN 1 pekerja rentan, agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ucapnya.
4. Program Pemagangan ke Jepang
Salah satu program unggulan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Tasikmalaya adalah dengan dibukanya program pemagangan ke Jepang.
Untuk pendaftarannya diperpanjang sampai dengan tanggal 14 September 2026. Bagi para lulusan SMA, SMK, Perguruan Tinggi, maupun pencari kerja yang memenuhi persyaratan, bisa untuk segera mendaftarkan diri.
Pemerintah memberikan kesempatan untuk para pencari kerja untuk bekerja dan belajar di Jepang, sehingga ketika kembali ke daerah dapat menjadi tenaga kerja yang profesional sekaligus menjadi wirausahawan yang mampu membuka lapangan kerja baru.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kab. Tasikmalaya, dr. H. Faisal Soeparianto, M. Si, menambahkan bahwa seluruh program yang sedang dilaksanakan ini sebagai upaya untuk ikut meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kab. Tasikmalaya.
“Tentunya dinas kami akan membantu peningkatan IPM Kabupaten Tasik, tentunya dengan program magang nasional. Tujuannya nanti mungkin untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, meningkatkan umur harapan hidup, membantu percepatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) oleh Puskesmas. Kita juga sambil membantu ketenagakerjaan untuk mencari orang yang bisa bekerja, sehingga pengangguran di Kabupaten Tasik menurun, dan juga untuk pelatihan supaya mereka nanti kalau sudah memasuki lapangan kerja menjadi lebih terampil,” jelas Kadis Faisal.
Kadis Faisal juga mengajak kepada seluruh fresh graduate lulusan S1 dan seluruh perusahaan BLUD maupun BUMD di Lingkungan Kabupaten Tasikmalaya untuk berpartisipasi dalam program magang nasional batch 2 tahun 2026.
“Program magang nasional batch 2 tahun 2026, dibuka mulai tanggal 18 Agustus 2026 untuk tenaga S1 fresh graduated oleh Kemenaker dan mengundang semua perusahaan, BLUD maupun BUMD di lingkup Kabupaten Tasikmalaya untuk berpartisipasi dalam program tersebut,” pungkasnya.
Keberhasilan seluruh program di atas tentunya harus diperkuat dengan kolaborasi yang kompak antara perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dunia usaha, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakatnya.***
