JANGAN SEPELEKAN, INILAH BAHAYA KURANG TIDUR BAGI KESEHATAN MATA

Bahaya kurang tidur bagi kesehatan mata, bukan cuma mata panda

Dishubkominfo, Singaparna – Kamu sering begadang karena belajar, kejar deadline, nonton film, scrolling HP, atau demi piala dunia?

Hati-hati, dampaknya bukan hanya tubuhmu yang merasa lelah tapi kesehatan mata juga akan terganggu.

Umumnya yang sering terjadi jika sering begadang adalah munculnya mata panda, selain itu banyak sekali gangguan lainnya pada mata yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tidur bukan sekadar waktu untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran. Saat kita tidur, mata juga melakukan proses pemulihan, membersihkan jaringan, serta menjaga kelembapan agar tetap berfungsi dengan baik. Karena itu, orang dewasa dianjurkan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam.

Berikut ini, beberapa dampak yang bisa terjadi pada kesehatan mata jika kamu sering begadang, yaitu:

1. Mata kering dan terasa tidak nyaman

Kurang tidur dapat mengganggu produksi air mata yang berfungsi menjaga kelembapan mata.

Akibatnya, mata terasa sepet, perih, merah, bahkan seperti ada pasir yang mengganjal.

Kondisi ini juga membuat mata lebih cepat lelah saat menatap layar komputer atau ponsel.

2. Mata sering berkedut

Pernah mengalami kelopak mata berkedut tanpa henti? Salah satu penyebab yang paling umum adalah kurang tidur.

Kelelahan pada saraf dan otot mata membuat kelopak mata bergerak sendiri sebagai tanda bahwa mata membutuhkan istirahat.

3. Muncul mata panda dan kantung mata

Kurang tidur menyebabkan pembuluh darah di bawah mata melebar sehingga warna kulit tampak lebih gelap.

Selain itu, penumpukan cairan di area sekitar mata membuat kantung mata terlihat bengkak atau sembab. Inilah yang sering disebut sebagai mata panda.

4. Pandangan kabur dan silau terhadap cahaya

Saat tubuh dipaksa terus terjaga, kemampuan mata untuk fokus ikut menurun.

Akibatnya, pandangan bisa menjadi kabur sementara dan mata terasa lebih sensitif terhadap cahaya terang atau fotofobia.

Kondisi ini tentu dapat mengganggu aktivitas, terutama saat berkendara atau bekerja.

5. Meningkatkan risiko gangguan mata serius

Kurang tidur yang terjadi secara terus-menerus tidak boleh dianggap sepele.

Dalam jangka panjang, kondisi ini diduga dapat mengurangi aliran darah ke saraf optik sehingga meningkatkan risiko kerusakan saraf mata, termasuk glaukoma.

Jika tidak ditangani, glaukoma dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan.

Setelah tahu dampaknya, yuk biasakan pola tidur yang teratur, batasi penggunaan HP sebelum tidur, dan berikan waktu istirahat yang cukup bagi tubuh.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *